Langsung ke konten utama

Berlalu Begitu Cepat

Di saat Mentari 
Telah menampakkan sinarnya
Kicauan burung ikut menyambutnya
Sapaan dedaunan yang melambai - lambai 


Embun pagi yang menetes 
Angin yang berhembus memberikan ke sejukan 
Suara bebek yang saling bertegur sapa 
Dan tak lupa suara ayam yang berkokok
Mengucapkan "Selamat Pagi"


Hari - hari ku pun berlalu 
Begitu cepat tanpa di sadari


Musim kemarau
Yang terjadi kemarin 
Berubah menjadi musim hujan 


Yang membuat para tanaman 
Yang dulunya layu kekeringan 
Kini mulai tumbuh kembali


Gelapnya hati yang kemarin 
Tertutupi awan hitam 
Kini terbuka lebar 
Menyambut Mentari 
Yang kan memancarkan sinarnya






(29 November 2010)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selalu Ingin

Dia Yang terindah  Dari beribu keindahan di alam ini  Di Senyumnya tersimpan beribu kedamaian  yang dapat membuatku tenang di dekatnya  Ku ingin mencurahkan seluruh isi hatiku kepadanya  Tapi hati yang terkunci belum bisa terbuka  Sebenarnya dia adalah kunci pintu hatiku  Dia yang bisa meluluhkan hati yang beku ini Di balik sifat kasarnya tersimpan kelembutan  Dapat menaklukkan batu yang keras  Dia terlalu menarik untukku  Raut wajahnya membuatku selalu  Ingin bersamanya  

Tidak Untuk

Di antara dua insan yang berbeda  Sepasang jiwa yang saling bertolak belakang  Hati yang bisa di padukan  Menjadi suatu kesempurnaan  Semua mustahil adanya  Sebab itu tak mungkin terjadi Bagaikan minyak dan air  Keduanya mempunyai cara tersendiri membuatku bahagia   Tapi sayang mereka tidak untuk di satukan  menjadi sebuah kesempurnaan (15 Desember 2010 )